“Massa Gen Z akan menjadi bagian perubahan karena gerakan ini diciptakan di jalanan, sehingga kami harus menghormati tuntutan mereka,” ucapnya dikutip dari BBC, Rabu (15/10).
Menyikapi perkembangan ini, Mahkamah Konstitusi Madagaskar menunjuk Kolonel Randrianirina sebagai pemimpin negara yang baru.
Namun, pihak kantor kepresidenan menolak keputusan tersebut, menegaskan bahwa Andry Rajoelina masih menjabat sebagai presiden yang sah dan menyebut tindakan CAPSAT sebagai upaya kudeta.
Hingga kini, keberadaan Rajoelina masih belum jelas. Sejumlah laporan yang belum terverifikasi menyebutkan dia melarikan diri menggunakan pesawat militer Prancis, sementara sumber lain menyatakan presiden tengah berada di tempat aman setelah adanya dugaan upaya pembunuhan yang melibatkan oknum militer dan politisi.
Sementara itu, CAPSAT membantah tegas terlibat dalam tuduhan pembunuhan tersebut. (far)
