“Kondisiku kurang baik, bisa dibilang sangat tidak baik. Aku berjuang menghadapi mentalku yang bergejolak terlalu kencang walau sudah minum obat sehari enam kapsul,” tulisnya dalam buletin tersebut.
Unggahan itu kini viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan di kalangan mahasiswa UIN Surakarta. Banyak rekan dan dosen korban menyampaikan duka mendalam atas kepergiannya.
Pihak kampus UIN Raden Mas Said Surakarta menyatakan turut berduka dan segera melakukan evaluasi terhadap sistem dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa. Pihak rektorat juga tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video korban di media sosial demi menghormati privasi keluarga.
“Kami minta semua pihak menahan diri, jangan unggah foto atau video korban. Fokus kami sekarang membantu keluarga dan memastikan kejadian ini ditangani dengan benar,” ujar Hermawan.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan akan pentingnya penanganan kesehatan mental mahasiswa. Para ahli psikologi menilai, perguruan tinggi harus memiliki sistem konseling aktif dan akses cepat bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan.(Vinolla)
