Menurut politisi senior Partai Golkar itu, Janice Tjen adalah aset berharga tenis
Indonesia bersama Priska Nugroho dan bintang tenis senior Aldila Sutjiadi.
Ketiganya kini menjadi trio ujung tombak Indonesia untuk mencetak sejarah: lolos
ke pesta olahraga dunia Olimpiade setelah era Yayuk Basuki tahun 1988-2000.
“Janice berpeluang naik ke peringkat 54 dunia untuk bisa merebut satu tiket
tunggal putri Olimpiade. Kita berharap, duet Aldila Sutjiadi/Janice Tjen bisa meraih tiket ganda putri,” ujar Nurdin yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Peringkat ganda Aldila saat ini sudah berada di posisi 45 dunia, sedangkan Janice Tjen di peringkat 154. Gabungan peringkat ganda Aldila dan Janice nantinya berpeluang menembus 50 dunia untuk bisa berlaga di Olimpiade.
Peringkat Priska Nugroho agak tersendat karena belum lama pulih dari cidera. Saat ini peringkat ganda Priska masih di posisi 204 dunia dan 273 di sektor tunggal.
Lebih jauh, Nurdin Halid menjelaskan Pelti di bawah kepemimpinannya memiliki
program khusus Road To Olimpiade 2028 untuk mendorong para petenis top kita
berprestasi di tingkat global, baik single seperti Davis Cup dan Billie Jean King Cup maupun multievent seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
