Terkait nama Soeharto yang menimbulkan perdebatan, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh usulan telah melalui proses panjang dan pembahasan berulang dalam sidang tim penilai.
“Kami menghargai adanya pro dan kontra, baik di internal tim maupun di masyarakat. Semua pendapat menjadi bahan pertimbangan,” katanya.
Proses penilaian tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Sosial, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, sejarawan, dan akademisi untuk memastikan keputusan pemerintah bersifat objektif dan berimbang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menerima gelar tahun ini akan ditetapkan langsung oleh Presiden.
“Biasanya jumlahnya tidak banyak, paling banyak delapan orang per tahun. Tapi karena tahun ini bertepatan dengan peringatan 80 tahun Indonesia merdeka, jumlahnya bisa saja lebih banyak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh nama telah melalui proses berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional, serta mendapat rekomendasi dari para sejarawan.
