Pro dan Kontra Soeharto
Dukungan terhadap pemberian gelar kepada Soeharto datang dari Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin.
“Selama 31 tahun memimpin, beliau berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi, membangun infrastruktur, dan mencapai swasembada beras. Karena keberhasilannya itu, MPR memberi gelar Bapak Pembangunan Indonesia melalui TAP MPR Nomor V/MPR/1983,” ujarnya.
Namun, penolakan datang dari Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP, Bonnie Triyana.
“Hemat saya, kita harus tolak. Seorang tokoh panutan seharusnya memiliki rekam jejak bersih dari pelanggaran HAM dan korupsi. Pemberian gelar kepada Soeharto bertentangan dengan semangat reformasi,” tegasnya.
Ketua MPR Ahmad Muzani meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden dan tidak memperuncing perdebatan.
“Polemik ini jangan sampai menimbulkan perpecahan. Kita tunggu keputusan resmi pemerintah,” ujarnya.
Keluarga Gus Dur: Penghargaan Bukan Tujuan
Sementara itu, keluarga Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyambut baik masuknya nama beliau dalam daftar calon Pahlawan Nasional.
