Ia juga meminta masyarakat bersabar menunggu hasil uji laboratorium resmi. “Kita tunggu nanti hasilnya seperti apa, secepatnya akan selesai. Untuk pendalaman, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Noripansyah, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kandungan nitrat dalam makanan yang dikonsumsi para siswa.
“Dari hasil laboratorium, positif terdapat kandungan nitrat. Dari sampel itu, nasi kuning dan sayurnya mengandung nitrat yang dapat menyebabkan keracunan,” kata Noripansyah.
Nitrat dalam kadar tinggi diketahui dapat menimbulkan gejala mual, sakit perut, dan pusing. Sedangkan pada menu ayam suwir, belum dipastikan apakah juga mengandung zat berbahaya tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian dan Dinas Kesehatan masih menelusuri sumber pasti kontaminasi nitrat dalam menu MBG. Program makan bergizi gratis tersebut sejatinya ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah, namun justru berujung insiden keracunan massal.

