IPOL.ID- Program pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta, penebusan ijazah siswa yang menunggak pembayaran pada sekolah menjadi perhatian orangtua murid.
Meski sudah memasuki gelombang IV pada Oktober 2025, orangtua murid yang sejak 3 bulan lalu mengajukan permohonan tebus ijazah dan melengkapi persyaratan. Hingga kini belum mendapatkan kepastian penebusan ijazah anaknya.
Menyikapi itu, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Desie Christiyana Sari meminta agar Pemprov memerhatikan keluhan masyarakat. “Saya kira pemprov DKI harus transparan prihal program penebusan ijazah yang menunggak pembayaran pada sekolah. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan,” ujar Sekretaris DPD PD DKI itu, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, saat ini masyarakat yang sudah mengurus persyaratan sejak beberapa bulan lalu, sangat berharap ijazah anaknya bisa diperoleh lewat program tebus ijazah Pemprov DKI. Apalagi, sambung dia ditengah kondisi ekonomi seperti saat ini.
“Dengan adanya ijazah lewat program pemprov. Orangtua siwa dan siswi berharap anaknya dapat pekerjaan yang layak dan bisa membantu orangtua dalam hal ekonomi keluarga,” papar anggota DPRD DKI tiga periode itu.
