Kabar keracunan massal tersebut membuat para orangtua siswa panik dan berbondong-bondong mendatangi sekolah untuk menjemput anak mereka. Sebagian langsung membawa pulang anaknya yang tidak menunjukkan gejala, sementara yang lain menunggu kabar kondisi anak yang masih dirawat.
“Iya, orangtua langsung berdatangan ke sini karena panik. Tapi kami sudah sampaikan bahwa semua siswa yang terdampak sudah tertangani,” jelas Agus.
Dari total 1.300 paket MBG yang diterima pihak sekolah, sekitar 1.250 paket dibagikan dan dikonsumsi oleh siswa. Sisanya tidak terbagi karena beberapa siswa tidak masuk sekolah.
“Yang dikonsumsi itu sekitar 1.250 paket, karena sebagian tidak hadir. Totalnya ada 1.300,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih memantau kondisi seluruh siswa dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta dinas kesehatan setempat untuk memastikan penyebab pasti keracunan.(Vinolla)
