Lebih lanjut, Suharyanto berharap, nantinya Aceh dapat menjadi Pusat Studi Tsunami. Upaya mitigasi bencana tsunami diperkuat melalui pembentukan pusat edukasi dan informasi tsunami dunia untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat global.
Salah satu langkah nyata yang sudah dilakukan BNPB sudah membangun gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Langkah ini diperlukan untuk mendukung rencana pembangunan EWS banjir dan tsunami nantinya akan terkoneksi dengan Pusdalops daerah untuk penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan kapasitas kelembagaan.
Saat peninjauan ke lokasi gedung Pusdalops, Suharyanto memastikan fungsi dari Comand Center bisa berjalan optimal. Diharapkan dengan selesainya pembangunan gedung Pusdalops dapat menjadi sumber informasi dari tingkat daerah hingga ke tingkat pusat.
Selain itu, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, BNPB juga siap mendukung pelaksanaan gladi kesiapsiagaan atau tsunami drill yang akan dilaksanakan pada momentum peringatan tahunan pada tanggal 26 Desember.
