Menurut keterangan pejabat SAR, korban yang bernama SWR (16) ditemukan meninggal sekitar pukul 07.00 WIB, sekitar 10 meter ke arah utara dari lokasi terjun. Sementara korban kedua, NQH (16), ditemukan oleh tim penyelam sehari kemudian.
Operasi SAR gabungan dikerahkan sejak malam kejadian hingga pagi hari untuk mencari kedua remaja tersebut. Tim menyisir area dasar sungai menggunakan peralatan penyelaman serta aqua eye (kamera bawah air) dengan radius sekitar 15 meter dari titik terjun.
Polisi Tegal dan SAR mengimbau agar tindakan ekstrem demi konten di media sosial tidak ditiru, apalagi jika melibatkan aspek risiko tinggi seperti lompat ke sungai. Faktor keselamatan, kemampuan berenang, dan konsekuensi harus dipertimbangkan.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat dan media menghormati privasi keluarga korban, terutama untuk tidak menyebarkan rekaman video atau foto yang memperlihatkan momen tragis.(Vinolla)

