“Agar para kolektor dan pembeli/konsumen dapat pengetahuan seputar batu Bacan lebih lanjut,” tambahnya.
Terkait tengah berdirinya Sekretariat Bacan Academy, sambung Langga, dewasa ini sudah banyak pedagang memanfaatkan sosial media, Youtube, TikTok dan pasar e-commerce lainnya untuk memasarkan koleksi batunya masing-masing.
Sehingga sekretariat itu untuk mengedukasikan ke depan agar pembeli tidak salah lagi dalam membeli batu Bacan yang diinginkannya. Menurutnya, pembeli tidak perlu khawatir atau salah membeli Bacan dengan harga yang sesuai dengan kualitas batu itu sendiri.
Batu Bacan yang bisa diperhitungkan kualitas dengan harganya. Terkadang orang membeli melalui online karena masih diliputi rasa khawatir dan takut, untuk berbelanja batu dengan harga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
“Jadi sebelum membeli bisa dikoreksi dulu, ini penjualnya amanah atau tidak? Batu Bacannya sesuai atau tidak dengan harganya, seperti itu langkah ke depan mengedukasi pedagang dan pembeli. Jadi sekretariat ini menjadi wadah”.

