Dia pun berharap, semoga perbatuan Bacan yang memiliki keindahan tersendiri ini dapat diterima di seluruh khalayak ramai. Meski saat ini perbatuan nusantara sudah ramai. Kontes dimana-mana, pedagang sejahtera, pembeli dapat membeli batu yang sesuai selera dan sesuai hobinya masing-masing.
“Orang tidak perlu takut lagi membeli batu Bacan”.
Sementara itu, Kepala Pasar Rawa Bening, Ahmad Subhan menambahkan, adanya Sekretariat Bacan Academy di Pasar Rawa Bening, semoga perbatuan Bacan dapat diminati oleh kaum Gen Z dan anak-anak muda. Bacan kini sudah mudah dibuat menjadi asesoris seperti kalung cincin dan gelang serta bros.
“Sebuah terobosan Bacan sudah bisa dibuat, dijadikan permata untuk cincin pernikahan dan atau sebagai mahar/mas kawin,” ungkap Subhan.
Menurutnya, saat ini kaum Gen Z sudah kian menyukai batu akik permata yang memiliki warna dan corak yang bagus. Mereka sudah dapat lebih cermat memilih batu buruannya sendiri.
Mahasiswa pun mulai menyukai warna hijau dan biru pada batu Bacan, bahkan Kalimaya sekali pun cukup diminati mereka.

