“Bisa dibuat gelang dan cincin. Menarik banget kan, kaum Gen Z tak perlu khawatir mencari model batu, di pasar ini ada fasilitas yang memberikan inovasi untuk cincin kawin atau mahar pernikahan, dapat merekomendasikan mana cincin yang pas dan bagus untuk si calon pembeli?”.
“Mudah-mudahan adanya Bacan Academy bisa mendongkrak kembali batu asli Indonesia seperti Bacan Doko, Palamea dan lainnya,” tambahnya.
Sejauh ini, menurutnya, terkait pemasaran batu akik dan permata, para pedagang Pasar Rawa Bening sudah jauh lebih kreatif dalam memasarkan batu itu sendiri dengan memanfaatkan penjualan melalui online maupun offline.
“Bacan harus booming ke kancah internasional,” harap Subhan. (Joesvicar Iqbal)

