“Kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah melihat gagasan Museum Kartun Indonesia ini sangat relevan dengan upaya penguatan ekosistem kebudayaan daerah. Kartun adalah bagian dari ekspresi kebudayaan kontemporer yang hidup dan berkembang di masyarakat. Kami siap memberikan dukungan dan berkolaborasi, terutama dalam aspek kelembagaan dan jejaring kebudayaan,” ujar Eris di depan presidum Pakarti.
Ia menambahkan, pendirian museum tersebut juga akan memperkaya destinasi kebudayaan di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang yang memiliki jejak panjang dalam dunia seni, pers, dan kartun.
“Semarang memiliki akar kuat dalam sejarah pers dan visual satire Indonesia. Museum Kartun Indonesia akan melengkapi wajah Semarang sebagai kota kreatif dan kota budaya,” imbuhnya.
Presidium Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) Abdullah Ibnu Thalhah yang juga dosen seni budaya UIN Walisongo menegaskan bahwa Museum Kartun Indonesia nantinya akan menjadi ruang dokumentasi, edukasi visual, ladang subur bagi ekonomi kreatif, pariwisata hingga diplomasi budaya. Museum ini juga diharapkan menjadi pusat riset, arsip, dan pameran permanen bagi perkembangan kartun dan dunia kreatif di Indonesia.
