“Kami membayangkan museum ini sebagai rumah bersama bagi para kartunis dan pecinta budaya visual. Di sana, publik bisa belajar sejarah, menikmati karya, dan memahami nilai-nilai kritik sosial di balik setiap gambar dengan tersenyum penuh canda,” ujar Koesnan Hoesi, kartunis SeNoor Semarang.
Rencana awal menyebutkan bahwa Kota Semarang akan menjadi lokasi utama pembangunan Museum Kartun Indonesia, mengingat kota ini telah lama menjadi salah satu pusat aktivitas kartun nasional. Museum ini akan dilengkapi dengan galeri pameran, ruang edukasi, perpustakaan kartun, studio workshop, hingga galeri digital interaktif.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari kalangan publik, akademik, dan pemerintah, gagasan pendirian Museum Kartun Indonesia kini memasuki tahap penyusunan naskah akademik dan pemetaan kerja sama antar lembaga, termasuk dengan pemerintah daerah dan komunitas seni budaya di seluruh Indonesia. (Sol)
