“Kalau di Jakarta, misalnya, upahnya Rp5,4 juta per bulan, dan di daerah lain mengikuti UMP setempat,” jelas Teddy.
Seskab menegaskan pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi ketat agar program ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tinggal kita kawal dan cek pelaksanaannya. Sejauh ini sudah sangat baik, berkat kerja keras jajaran Kementerian Ketenagakerjaan,” tutupnya.
Program Magang Nasional diharapkan menjadi jembatan awal karier bagi lulusan baru, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia. (*)
