Dini menjelaskan, tindakan itu terjadi secara spontan setelah dirinya memergoki IPL tengah merokok di area sekolah dan mencoba menghindar saat ditegur.
“Berpapasan dia dengan saya, di tangannya rokok ngebul. Lari dia. Saya panggil, tapi dia nggak ngaku. Ya spontan saya tampar,” jelasnya.
Sementara itu, pihak keluarga IPL menyatakan tidak terima atas perlakuan tersebut dan telah resmi melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Hingga kini, Polres Lebak membenarkan telah menerima laporan dugaan kekerasan tersebut dan menyebut kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
Kasus ini pun memicu perdebatan publik mengenai batasan tindakan disiplin guru terhadap siswa, serta pentingnya penyelesaian secara edukatif tanpa kekerasan di lingkungan sekolah.(Vinolla)
