Petugas yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menduga sementara kematian korban mengarah pada tindakan bunuh diri, namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya.
“Untuk saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk guru dan teman korban. Kami juga menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian,” ujar Gorahman.
Dari hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban selain bekas lilitan dasi di leher. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya tekanan psikologis, perundungan (bullying), atau masalah pribadi yang mungkin dialami korban.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. Ia menegaskan pihak sekolah telah bekerja sama penuh dengan aparat kepolisian untuk mengungkap fakta yang terjadi.
“Kami sangat berduka. Ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi mental peserta didik,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.
