Hasil penelusuran sementara juga menunjukkan bahwa ruang kelas tempat korban ditemukan tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV), sehingga polisi mengandalkan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi pasti kejadian.
Berdasarkan informasi dari rekan-rekan sekelasnya, BE dikenal sebagai siswa yang pendiam dan jarang bergaul. Namun, tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa korban mengalami masalah atau tekanan berat.
Beberapa pihak menduga korban mungkin menyimpan beban pribadi yang tidak diketahui oleh guru maupun teman-temannya. Hal ini memunculkan desakan agar sekolah memperkuat layanan konseling dan pemantauan psikologis siswa.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Para orang tua dan pemerhati pendidikan menyerukan agar pihak sekolah di seluruh Indonesia memperkuat pendampingan emosional dan psikologis bagi pelajar, terutama di jenjang remaja.
Dinas Pendidikan Sawahlunto juga berencana melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan layanan konseling di sekolah-sekolah.
