Pabrik Bogasari Surabaya, lanjut dia, merupakan pabrik ke-2 setelah Jakarta dan beroperasi sejak tahun 1972 atau sudah berusia 53 tahun pada bulan Juli lalu. Dalam perjalanan bisnisnya, Bogasari terus berupaya mendorong pertumbuhan mutu pendidikan di tingkat SMK maupun mahasiswa baik secara kerja sama formal maupun secara reguler.
Mulai dari kesempatan magang atau praktik kerja lapangan, sesi praktisi mengajar, pelatihan khusus di Bogasari Baking Center (BBC), kesempatan penelitian skripsi, dan masih banyak lagi. Semuanya dijalankan dalam kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) bernama Bogasari Mengajar.
“Pengalaman ilmu terapan di dunia industri yang sudah 4.0 dan kewirausahaan di sektor makanan adalah hal yang ingin dibagi oleh Bogasari dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi, daya saing, bahkan peluang usaha bagi para siswa SMK hingga mahasiswa,” kata Adi Witono.
Acara penandatangan MoU tidak hanya dihadiri Kepala Sekolah, tetapi juga 9 guru pengajar dan 20 siswa kelas XI Jurusan Kuliner. Para guru dan siswa sengaja diundang oleh Bogasari agar dapat melihat langsung proses produksi terigu di Mill dan pengadaan bahan baku gandum di area Jetty dan Silo.
