Ketiga, keterlibatan Muhammadiyah dalam program ini merupakan panggilan keagamaan yang berakar dari teologi Al-Ma’un.
“SPPG Muhammadiyah–‘Aisyiyah di berbagai tempat menjadi wujud nyata dari semangat mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat,” ujar Haedar.
Menurutnya, sejak awal berdirinya bangsa, Muhammadiyah telah terbiasa menghadapi perjuangan yang jatuh bangun dengan keteguhan dan kerja keras. “Mentalitas inilah yang harus terus kita jaga. Kalau bangsa ini tidak punya daya tahan seperti itu, kita tidak akan pernah menjadi kuat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Haedar mengingatkan agar seluruh elemen Muhammadiyah terus membangun kontribusi nyata bagi bangsa, sejalan dengan tema Milad ke-113 Muhammadiyah tahun 2025, yaitu Memajukan Kesejahteraan Bangsa.
“Jangan berhenti untuk terus membangun. Program Makan Bergizi Gratis ini adalah salah satu bentuk nyata dari semangat itu,” tutupnya.
Sebagai penanda peresmian, Haedar Nashir bersama Mohammad Arsjad Rasjid dari Yayasan Hati Ikhlas Indonesia melakukan pemotongan pita secara simbolis. Acara ini juga menjadi momentum sinergi antara pemerintah dan ormas Islam dalam memperkuat ketahanan gizi nasional melalui gerakan sosial berbasis keumatan. (ahmad)
