“Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur dan dapat diperbandingkan,” ujar Bambang dalam keynote speech yang disampaikan secara virtual sebagai bentuk dukungannya untuk ASRRAT 2025.

Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan relevansi laporan keberlanjutan bagi daya saing di tingkat regional dan internasional.
“Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan dapat menjadi alat strategis yang menunjukkan kesiapan organisasi menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan,” tegasnya.
Prof. Bambang menyatakan bahwa ASRRAT berperan penting sebagai mekanisme
penilaian independen yang mendukung peningkatan kualitas laporan dari tahun ke tahun.
Pada acara yang sama, Dr. (Hon) Ali Darwin, Ak., M.Sc., CSRS, CSRA, CSP., Executive Director NCCR, menyampaikan bahwa laporan keberlanjutan kini menjadi elemen utama praktik bisnis bertanggung jawab. Ia menyebut bahwa perusahaan tidak hanya dituntut untuk memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mengelola dampak material.
