Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Hartanto Subolo, dalam sambutannya menekankan bahwa IIS merupakan bagian penting dari diplomasi kultural Indonesia yang menampilkan wajah Islam dan keberagamaan yang inklusif.
“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keberagaman. Melalui program ini, kami ingin berbagi praktik terbaik kepada dunia tentang bagaimana toleransi dan harmoni bisa menjadi bagian dari identitas nasional,” ujar Heru.
Menurutnya, IIS tidak hanya menjadi forum belajar lintas iman, tetapi juga wahana membangun jejaring antarpegiat perdamaian global. “Kami berharap para peserta dapat menjadi jembatan antarbangsa, membawa semangat dialog dan kolaborasi dari Indonesia ke negara masing-masing,” tambahnya.
Program ini akan berlangsung selama sepekan ke depan, dengan kunjungan ke berbagai daerah dengan latar belakang berbagai agama dan budaya, seperti Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Bali. Acara ini diharapkan melahirkan generasi duta perdamaian lintas agama yang membawa nilai-nilai harmoni Indonesia ke kancah global. ***
