Ia menyebutkan tembaga di dalam kabel menjadi salah satu alasan fasilitas itu dicuri. Diperkirakan kabel yang hilang sepanjang lima hingga enam meter. Meski menara tidak mengalami kerusakan fisik, fungsi sirene menjadi lumpuh sejak 21 November 2025.
Sirene peringatan dini tersebut dipasang oleh BNPB di tiga titik Kelurahan Lere, Silae, dan Talise sebagai bagian dari Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang didukung Bank Dunia.
Namun, Irfan menyebut tiang sirine EWS di Lere belum dilengkapi pagar pengaman sehingga rentan terhadap aksi pencurian.
“Tiang sirine belum memiliki pagar pengaman karena belum termasuk dukungan program IDRIP. Sementara sistem pengamanan hanya ada di bagian dalam tiang,” jelasnya.
BPBD Palu mendapati kerusakan ini setelah vendor melaporkan sirene tidak merespons uji coba rutin pada Minggu (23/11/2025). Pemeriksaan menunjukkan adanya bekas potongan kabel, sementara rekaman CCTV telah diserahkan kepada Polsek Palu Barat.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Wali Kota dan akan mengundang lurah serta camat untuk membahas penguatan pengamanan fasilitas EWS,” tambah Irfan.
