Sebagai bentuk tanggung jawab moral, sang admin juga mengumumkan pengunduran diri dari tim media sosial Wali Kota Surabaya. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang bekerja di ranah publik agar lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama di ruang digital yang serba terbuka.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dari hati terdalam. Saya menyesal sedalam-dalamnya, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan,” tutupnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian bagi para pengelola media sosial pejabat publik, mengingat setiap ucapan maupun tindakan dapat berdampak besar terhadap citra institusi serta kepercayaan masyarakat.(Vinolla)
