“Karena banyak sekali korban-korban, contohnya di negara Kamboja, Myanmar, maupun di Thailand, jadi dengan adanya desa binaan ini, kami bekerja sama dengan Pemkot Administrasi Jakarta Timur untuk di tingkat-tingkat kelurahan, baik itu di RT RW, untuk memberikan edukasi mencegah tidak pidana,” tambah Pamuji.
Sementara, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto menambahkan, pihaknya akan mendukung penuh program desa binaan apalagi petugasnya di kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan. Petugasnya nanti akan memberikan sosialisasi pemahaman akan bahaya TPPO ke masyarakat di tingkat RT dan RW.
“Kami tahu kan saat ini maraknya media sosial yang memberikan iming-iming kepada masyarakat tentang ajakan bekerja di luar negeri, ternyata mereka malah tersesat di sana. Dengan adanya desa binaan ini, artinya masyarakat lebih bersiap sebelum bekerja ke luar negeri,” tukas Kusmanto.
Ditambahkan Wakil Wali Kota Jakarta Timur, nantinya petugas di tingkat kelurahan bersama petugas imigrasi akan memberikan pemahaman ke masyarakat. Hal itu sebagai masukan agar mereka yang akan berangkat ke luar negeri bisa paham berbagai informasi atau memikirkan kembali sebelum berangkat.
