Upaya tersebut dapat didorong melalui berbagai instrumen, termasuk penghapusan utang, pengembangan mekanisme pembiayaan yang inovatif, skema blended finance, serta pembiayaan untuk transisi yang berkeadilan.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenkeu Thomas Djiwandono menegaskan kembali prioritas Indonesia terkait keadilan pembiayaan bagi negara berkembang.
“Saya ingin tekankan seperti tadi ditekankan juga oleh Pak Menko bahwa tadi Wakil Presiden sangat menekankan isu-isu yang menyangkut pembiayaan internasional ini juga sudah dibicarakan sebelumnya dan intinya negara-negara berkembang dan tentunya Indonesia sangat menekankan pembiayaan yang adil khususnya bagi negara berkembang dan itu ditekankan lagi hari ini,” tegasnya.
Menjelang KTT, negara anggota berhasil mencapai konsensus pada level Sherpa serta Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, sehingga memastikan kelancaran pembahasan pada pertemuan puncak yang dibuka pada 21 November 2025.
Indonesia terus mendorong perkembangan sistem keuangan internasional yang inklusif, stabil, dan mendukung pembangunan jangka panjang, serta menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama global melalui forum G20. (ahmad)
