“Ada satu teknik, Nelson, yang sebenarnya di Indonesia tidak dianggap berbahaya dan boleh dilanjutkan sampai bisa menyelesaikan pertandingan. Tapi entah kenapa, wasit menghentikan gerakan itu dan meminta saya untuk naik. Kalau tidak dihentikan, kemungkinan besar saya bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat,” jelas Desi.
“Rasanya sedih karena saya merasa bisa menang hari ini. Tapi ya, begitulah hasilnya. Meski sedih, saya tetap semangat,” imbuhnya.
Sementara itu, Varadisa Hidayat yang turun di kelas freestyle 76kg putri juga harus terhenti di perempat final setelah kalah 5-2 dari Elmira Yasin, pegulat Turki yang tampil solid sejak awal laga. Varadisa sempat bangkit dan tampil agresif di tiga menit terakhir, namun beberapa keputusan pertandingan membuatnya kesulitan mengubah keadaan.
Dalam pertandingan, pelatih Turki sempat mengajukan protes yang diterima oleh juri dan membalikkan perolehan poin, namun protes dari tim Indonesia justru ditolak.
“Rasanya kecewa karena sebenarnya saya bisa menang. Harusnya saya sudah dapat 4 poin, tapi ternyata poin itu diberikan ke lawan, dan saya hanya mendapat 2 poin. Di menit-menit terakhir saya berusaha mengejar, tapi saya tidak mendapatkan ‘pasif’ yang seharusnya bisa menjadi keuntungan buat saya,” ujar Vara, sapaan karibnya.
