“Coach tidak bersalah dan tidak harus dipecat sehubungan dengan kekalahan tim di lima pertandingan terakhir. Masalah utamanya adalah manajemen telat bayar gaji dan bonus pemain,” keluhnya kepada Kamis (30/10).
Pernyataan itu muncul tak lama setelah klub secara resmi memecat pelatih kepala Eduardo Almeida, yang dianggap gagal mengangkat performa tim. Namun di balik deretan hasil buruk itu, kini muncul dugaan ketidakstabilan finansial dan motivasi pemain yang merosot akibat keterlambatan pembayaran menjadi penyebab utama.
Jika NDRC mengeluarkan putusan bersifat final dan binding, Semen Padang FC bakal kena sanksi serius, mulai dari denda finansial hingga pengurangan poin di kompetisi berjalan.
Sementara itu, pihak manajemen SPFC menolak kabar miring soal gaji para pemain tersebut dan memastikan seluruh hak pemain sudah dibayarkan hingga Oktober 2025.
CEO Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, menepis isu penunggakan gaji berbulan-bulan yang beredar di media sosial. Ia menegaskan, klub berjulukan Kabau Sirah itu selalu berkomitmen terhadap kesejahteraan pemain dan staf pelatih, meski terkadang terjadi keterlambatan teknis dalam proses administrasi.
