Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1950, ketika hanya 20 persen dari 2,5 miliar penduduk dunia yang tinggal di perkotaan.
Peningkatan urbanisasi ini tercermin dari jumlah kota besar yang melonjak empat kali lipat, dari hanya 8 pada tahun 1975 menjadi 33 pada tahun 2025. Lebih dari separuh dari kota-kota besar tersebut berada di Asia.
Diproyeksikan pada tahun 2050 mendatang, jumlah kota besar akan meningkat menjadi 37, mencakup kota-kota seperti Addis Ababa di Ethiopia, Dar es Salaam di Tanzania, Hajipur di India, dan Kuala Lumpur, Malaysia.
Meski megakota mendominasi, PBB menemukan bahwa kota kecil dan menengah justru menampung lebih banyak penduduk dan mengalami pertumbuhan paling pesat, terutama di Afrika dan Asia.
Laporan itu juga menyoroti fakta bahwa tidak semua kota mengalami kenaikan populasi. Beberapa kota menghadapi penyusutan jumlah penduduk, termasuk kota besar seperti Mexico City dan Chengdu.
Sebagian besar kota yang menyusut populasinya berukuran kecil dengan penduduk di bawah 250 ribu jiwa, banyak di antaranya berada di China dan India. (far)
