IPOL.ID– VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan fraud berbasis AI terdepan di Indonesia, menegaskan perannya dalam memperkuat kepercayaan digital (digital trust) nasional melalui solusi inovatif autentikasi berbasis AI.
Hal itu disampaikan di ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, diselenggarakan Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Jakarta, belum lama ini (31/10/2025).
Dalam sesi Casual Talk 2: “Digital Trust for a Resilient Economy”, Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur menyampaikan bahwa ancaman digital ke depan bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memanipulasi orang, seperti melalui praktik phishing atau account takeover. Pada akhirnya menimbulkan kerugian finansial berskala masif bagi konsumen.
“Teknologi deepfake kini sudah mencapai titik dan sulit membedakan mana asli dan mana yang palsu. Karena itu, lembaga seperti VIDA sebagai Certificate Authority (CA) pegang peran penting untuk menjaga integritas identitas digital dan memastikan data serta transaksi tidak bisa dipalsukan,” ungkap Niki di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
