Storytelling tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan moral membentuk generasi masa depan.
“Karakter bangsa itu salah satunya bagaimana kita mendekatkan anak-anak kepada penguatan karakter dalam persoalan izin, ini sama levelnya kita bisa bicara tentang minta tolong, ucapkan terima kasih. Menyiapkan karakter generasi bangsa sedari dini, maka saat Indonesia emas 2045 nanti, kita akan melahirkan manusia berkualitas, bakal jadi pemimpin hebat,” ungkap Awam.
Dewan juri lainnya, Irma Gustiana Andriani merupakan Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, sekaligus Konten Kreator Parenting, Mental Health dan isu-isu psikologi, mengapresiasi semangat para peserta mampu mengemas pengalaman pribadi menjadi karya inspiratif.
Menurutnya, storytelling bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk mentransfer informasi penting kepada masyarakat dengan cara menyenangkan.
“Kegiatan ini memberikan sarana baru untuk masyarakat, bagaimana mereka bisa memberikan benefit atau added value kepada orang banyak,” jelas Irma.

