Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, sebelumnya menyebut pelaku mengaku nekat membakar bangunan karena tidak tahan diejek dan dibully oleh teman seangkatannya disebut “idiot” dan “tolol” hingga menimbulkan sakit hati.
Setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke rumah orang tuanya sebelum akhirnya diamankan polisi.
Meski penyidik mengungkap motif berdasarkan pengakuan pelaku, pihak pesantren menilai penyampaian informasi itu masih prematur dan berpotensi memicu stigma terhadap dunia pesantren secara keseluruhan. Mereka menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk meminta klarifikasi dan memastikan tidak ada penyimpangan informasi.(Vinolla)
