Untuk sementara, Pemprov DKI menurunkan kapasitas RDF Rorotan dari 2.500 ton menjadi 1.000 ton per hari, sambil menunggu kesiapan truk compactor baru yang mampu menahan air lindi agar tidak berceceran di area sekitar.
RDF Plant Rorotan disebut sebagai fasilitas pengolahan sampah terbesar dan terbaik di dunia dalam mengolah sampah basah menjadi bahan bakar alternatif.
Teknologi ini dikembangkan oleh Poltak Sitinjak, inventor yang telah mematenkan sistem RDF tersebut.
“Dari 2.500 ton sampah yang masuk, RDF Plant Rorotan mampu menghasilkan 875 ton RDF siap jual. Teknologi ini kami rancang agar efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi,” pungkas Poltak. (Joesvicar Iqbal)
