Nanik menguraikan, beberapa langkah yang sedang berjalan antara lain TNI Angkatan Darat akan menggerakkan Kodim untuk menanam sayur dan beternak ayam.
Kemudian, Kementerian Koperasi menyiapkan pembiayaan awal hingga Rp300 miliar untuk koperasi yang menanam buah, sayur, dan mengembangkan peternakan.
Kemendagri menginstruksikan kepala daerah memanfaatkan lahan kosong di tingkat RT/RW untuk produksi pangan.
Untuk menyederhanakan rantai pasok ke Sistem Penyediaan Pangan Gizi (SPPG), kelompok tani yang belum berbentuk koperasi didorong untuk membentuk usaha dagang bersama. Hal ini bertujuan agar mereka dapat terhubung secara efisien ke rantai penyediaan bahan baku MBG. (far)
