Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin P. Octavianus (dr. Benny), menyambut baik langkah tersebut. “Kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari mitra global seperti Pemerintah Amerika Serikat sangat penting untuk memastikan layanan TBC di daerah semakin berkualitas,” ujar dr. Benny.
Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat kemandirian pembiayaan di sektor kesehatan, berbeda dengan model bantuan transaksional yang diterapkan Amerika Serikat di sejumlah negara Afrika. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong penguatan sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.
Saat ini, Kedutaan Besar AS masih menunggu rancangan draft agreement dari U.S. Department of State yang akan diajukan kepada Pemerintah Indonesia. Dokumen tersebut akan menjadi dasar perpanjangan resmi kerja sama bilateral hingga tahun 2027, dengan tenggat penyampaian dijadwalkan pada Desember 2025. Namun demikian, pihak Kedutaan mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat potensi Federal Government Shutdown di Amerika Serikat.
