Arab Saudi, sebagai negara kelahiran Islam, telah mengambil sejumlah langkah liberalisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, kerajaan membuka toko alkohol pertama sejak 73 tahun lalu di kawasan diplomatik Riyadh. Gerai tersebut, yang hanya dapat diakses diplomat non-Muslim, dijuluki sebagian kalangan sebagai “booze bunker”.
Basis pelanggan toko itu kini diperluas untuk mencakup pemegang Premium Residency non-Muslim, kategori yang diberikan kepada investor besar, wirausahawan, dan pemilik keahlian khusus.
Sebelumnya, alkohol di Arab Saudi hanya dapat diperoleh melalui kiriman diplomatik, pasar gelap, atau pembuatan minuman rumahan.
Dalam upaya transformasi ekonomi dan sosial, Arab Saudi telah mengizinkan berbagai aktivitas yang sebelumnya dilarang.
Masyarakat kini dapat menonton film di bioskop, menghadiri pesta musik di gurun, dan perempuan diperbolehkan mengemudi sejak 2017.
Aturan pemisahan gender juga dilonggarkan, sementara kewenangan polisi agama telah dipersempit.
Pelonggaran ini merupakan bagian dari strategi besar Vision 2030 yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak sekaligus menarik wisatawan serta perusahaan global.

