Gugatan cerai Tasya Farasya diajukan setelah keduanya berpisah secara agama pada 10 September 2025. Dalam gugatan tersebut, Tasya juga sempat mencantumkan permintaan nafkah dari Ahmad sebesar Rp100 perak, yang disebut sebagai simbolik.
Pada 24 September 2025, kuasa hukum Tasya mengungkapkan bahwa perselisihan dan hilangnya kepercayaan menjadi alasan utama kliennya menggugat cerai.
“Fokus dalam gugatan kami adalah masalah kepercayaan. Kepercayaan yang telah diberikan sedemikian rupa, namun dikhianati,” ujar Ragahdo.
Ia juga menyebut adanya dugaan penggelapan dana perusahaan oleh pihak suami dengan nominal yang cukup besar. Namun, ia menegaskan bahwa nilai materi bukanlah hal utama yang dipersoalkan.
“Mau nilainya miliaran, puluhan miliar, belasan juta, atau bahkan satu juta rupiah, ini tetap tentang rasa kekecewaan yang telah dirasakan oleh Bu Tasya atas kepercayaan yang dikhianati,” kata Ragahdo menegaskan.
Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf menikah pada Februari 2018 dan dikaruniai dua anak. Pernikahan yang telah berjalan tujuh tahun itu mulai goyah sejak isu perceraian mereka mencuat di media sosial beberapa bulan terakhir.
