Dalam utas yang sama, muncul klarifikasi dari seorang petugas keamanan KAI bernama Argi. Ia mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan suami Anita, menjelaskan bahwa cooler bag tersebut diserahkan kepadanya saat kondisi stasiun sangat ramai.
Menurut Argi, ia tidak sempat memeriksa isi tas dan langsung menyimpannya di lemari penyimpanan. Mengetahui ada barang yang hilang, ia bahkan menawarkan mengganti tumbler tersebut, namun tawaran itu ditolak.
Argi kemudian mengaku terancam diberhentikan akibat unggahan viral tersebut. Ia mengklaim sudah kehilangan satu-satunya sumber pendapatannya.
“Hari ini 25 November saya resmi diberhentikan dari KAI karena kelalaian yang telah saya buat,” tulisnya.
Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah kabar pemecatan tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemberhentian terhadap petugas front liner seperti isu yang beredar.
“KAI Commuter tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar. Ada aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” ujar Karina dalam keterangan tertulis.
