“Kepri ini bagian dari NKRI. Tolong dijaga. Jangan sampai anak cucu kami hanya mewarisi tanah gundul dan kemiskinan,” ucapnya.
Aliansi Anak Kepri mendesak KLHK untuk meninjau ulang seluruh perizinan perkebunan sawit di Kabupaten Lingga, memverifikasi kondisi di lapangan, serta mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terdampak.
“Jangan hanya dengar laporan di atas meja. Turun ke kampung, tanya masyarakat berapa mereka dibayar, bagaimana hidup mereka, bagaimana masa depan anak-anak mereka,” pinta Zuhardi.
Ia menegaskan, bahwa langkah yang ditempuh murni untuk kepentingan masyarakat. “Kami hanya minta kepedulian dari pemerintah. Rakyat tidak butuh pemimpin yang terlalu pintar, rakyat butuh pemimpin yang peduli”.
Zuhardi menambahkan, bahwa dia akan bertahan menunggu di Jakarta, sampai mendapatkan jawaban. Jika permintaan ini tidak mendapat respons, Aliansi Anak Kepri menyatakan siap menempuh langkah konstitusional sesuai ketentuan hukum. (bam)

