IPOL.ID – Pemerintah memproyeksikan kebutuhan dana pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra mencapai puluhan triliun rupiah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut, estimasi awal anggaran yang dibutuhkan hingga proses pemulihan rampung berada di kisaran Rp59,25 triliun.
“Kalau kita melihat dari sudah pernah direkap waktu rapat dengan BNPB sebagai masukan saja, bahwa kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang Rp 59,25 triliun,” kata Tito, Selasa (30/12).
Perhitungan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi angka final. Namun, estimasi itu dinilai cukup menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam memulihkan kondisi wilayah terdampak bencana, mulai dari infrastruktur hingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Dari total kebutuhan anggaran tersebut, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah sehingga membutuhkan alokasi anggaran terbesar. Dari total kebutuhan, lebih dari separuhnya atau sekitar Rp33,75 triliun diproyeksikan untuk Bumi Serambi Mekkah.
