Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Belajar dari Banjir Bandang Sumatra dan Kisah Nabi Nuh AS: Mitigasi Bencana dalam Perspektif Ilahiah dan Kemanusiaan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Belajar dari Banjir Bandang Sumatra dan Kisah Nabi Nuh AS: Mitigasi Bencana dalam Perspektif Ilahiah dan Kemanusiaan
Opini

Belajar dari Banjir Bandang Sumatra dan Kisah Nabi Nuh AS: Mitigasi Bencana dalam Perspektif Ilahiah dan Kemanusiaan

Banjir bandang Sumatra adalah kegagalan mitigasi struktural dan non-struktural. Di sinilah kisah Nabi Nuh AS memberi cermin: sebelum banjir datang, peringatan telah disampaikan.

Timur
Timur Published 16 Dec 2025, 07:51
Share
7 Min Read
Tumpukan kayu hanyut di lokasi banjir Aceh material ini kini diizinkan Kemenhut untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan darurat pemulihan. Foto: IG @berita_aceh
Tumpukan kayu hanyut di lokasi banjir Aceh material ini kini diizinkan Kemenhut untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan darurat pemulihan. Foto: IG @berita_aceh
SHARE
Daftar Isi:
Hidup Berdampingan dengan Alam dan HewanPenutup: Dari Kisah ke Kesadaran Kolektif

Di Sumatra, upaya mitigasi sering berhadapan dengan kepentingan ekonomi: perkebunan skala besar, tambang, dan pembangunan infrastruktur yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Kisah Nabi Nuh AS menegaskan bahwa keberlanjutan menuntut pengorbanan hari ini demi keselamatan esok hari. Menghentikan deforestasi, menata ulang DAS, dan merelokasi permukiman rawan bukan keputusan mudah, tetapi itulah “kapal” yang harus dibangun sebelum hujan datang.

Hidup Berdampingan dengan Alam dan Hewan

Salah satu aspek paling menyentuh dari kisah Nabi Nuh AS adalah penyelamatan hewan. Ini bukan detail tambahan, melainkan inti pesan. Allah mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah yang bertugas menjaga, bukan menguasai secara serampangan. Dalam konteks banjir bandang, konflik manusia–satwa sering meningkat pascabencana. Hewan yang kehilangan habitat masuk ke kebun dan desa, lalu dibunuh atau diusir.

Jika kita meneladani Nabi Nuh AS, pendekatan yang diambil seharusnya adalah ko-eksistensi. Restorasi hutan, penetapan kawasan lindung, dan mitigasi berbasis alam (nature-based solutions) adalah bentuk “kapal” modern yang menyelamatkan manusia dan hewan sekaligus. Sabuk hijau di hulu sungai, mangrove di pesisir, dan agroforestri di perbukitan adalah contoh nyata bagaimana alam dapat menjadi mitra mitigasi, bukan musuh.

Penutup: Dari Kisah ke Kesadaran Kolektif

Banjir bandang Sumatra adalah tragedi, tetapi juga guru yang keras. Ia mengajarkan bahwa alam memiliki batas, dan pelanggaran terhadap batas itu akan berujung pada koreksi yang menyakitkan. Kisah Nabi Nuh AS, jika dibaca secara reflektif, menawarkan peta jalan mitigasi bencana yang utuh: peringatan dini, perencanaan berbasis ilmu, desain yang inklusif, kepedulian terhadap hewan, dan keteguhan moral dalam menjaga amanah bumi.

Baca Juga

petinju kelas menengah yang pernah mengharumkan nama bangsa, Pino Bahari kini terbaring kesakitan setelah mengalami kecelakaan di Denpasar, Bali. Foto: Ist
Pino Bahari Tergeletak, Negara Terdiam, Ketika Juara Ditinggalkan
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
Harapan Korban Bencana, Abipraya Hadirkan 162 Unit Huntara Siap Huni
Previous Page12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: banjir bandang, Banjir Nabi Nuh, banjir sumatra, bencana sumatra, deforestasi, ipb university, mitigasi bencana, OPINI, samdi yarsono
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Pelayanan perpanjangan SIM Polrestro Depok hari ini beroperasi di dua lokasi. Foto: NTMC Selasa 16 Desember 2025, Jadwal dan 2 Lokasi Layanan SIM Keliling bagi Warga Kota Depok
Next Article Kendaraan layanan SIM Keliling untuk wilayah Bekasi. Foto: NTMC Polri Update Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 16 Desember 2025

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260508 WA0004
HeadlineOlahraga

Duel Ideal Garudayaksa kontra  PSS Sleman di Final Championship Liga 2

Jabodetabek
Info Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini Jumat 8 Mei 2026
08 May 2026, 06:27
HeadlineJabodetabek
Viral Aksi Asusila di Pinggir Rel Jatinegara, Satpol PP Tutup Akses Ilegal dan Perketat Patroli
08 May 2026, 09:16
HeadlineNews
Viral! Dugaan Pelecehan di Ponpes Ciawi Bogor, 3 Korban Resmi Lapor Polisi
08 May 2026, 10:33
Ekonomi
Jadi Tokoh Wanita Berpengaruh di Indonesia, Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026
08 May 2026, 08:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?