IPOL.ID – Memasuki musim hujan akhir tahun 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadi longsor.
Peringatan itu, menyusul prakiraan peningkatan curah hujan yang berisiko memicu pergerakan tanah di sejumlah kawasan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, pemetaan wilayah rawan longsor disusun melalui tumpang susun peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
“Berdasarkan analisis tersebut, terdapat beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang masuk dalam zona kerentanan menengah hingga tinggi terhadap gerakan tanah, terutama apabila curah hujan berada di atas normal,” ujar Isnawa, Kamis (18/12/2025).
Untuk wilayah dengan tingkat kerentanan menengah hingga tinggi. BPBD DKI memprediksi berada pada wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Area yang perlu diwaspadai untuk Jakarta Selatan, meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
