Jakarta Timur, wilayah yang dianggap rawan longsor berada di Kecamatan Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, dan Pasar Rebo. BPBD meminta warga di kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
“Pada zona kerentanan menengah, potensi gerakan tanah dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas normal. Risiko ini meningkat di wilayah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan,” bebernya.
Adapun pada zona kerentanan tinggi, potensi longsor dinilai lebih besar karena pergerakan tanah lama dapat kembali aktif. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh hujan lebat yang turun dalam durasi panjang.
“Walaupun Jakarta dikenal sebagai wilayah perkotaan, potensi longsor tetap ada, khususnya di area dengan kontur tertentu dan kondisi tanah yang rentan. Karena itu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” tandasnya.(sofian)
