“Tahun lalu, kami punya target Rp 14,5 triliun, pencapaiannya Rp 14,9 triliun dalam waktu dua minggu saja. Saat ini saya bisa pastikan ya (bisa mencapai target). Tapi kita pasti di dalam Nataru penjualan itu hampir rata-rata meningkat. Peak season itu bisa 15%-22% kenaikannya,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Ritel dan Perkulakan Perumda Pasar Jaya, Sumanto menyambut baik dilibatkannya pasar tradisional dalam EPIC Sale 2025.
Hal ini dinilainya, turut menjadi momentum bagi pihak Pasar Jaya untuk terus berbenah. Dia menyebutkan, salah satunya menyangkut penggunaan QRIS atau standardisasi nasional untuk pembayaran digital menggunakan kode pembayaran QR di Indonesia.
“Pasar Jaya harus berbenah diri agar lebih efisien terkait penggunaan QRIS,” ujarnya.
Selain itu, Sumanto tambahkan, aspek kenyamanan pasar tradisional yang perlu ditingkatkan.
Sementara, terkait gelaran Epic Sale ini, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana menyampaikan optmismenya.
Terlebih, ungkap dia, berdasar data PPATK per September 2025, nilai transaksi judi online (Judol) susut sekitar 49 persen dari Rp 359 triliun menjadi Rp 155 triliun.
