“Artinya, ada spending akan di-shifting. Kalau tadi orang top up untuk judi online, sekarang kami arahkan mungkin bisa belanja ke kebutuhan pokok, baik sandang dan pangan,” ujar Temmy menambahkan.
Menurut dia, hal ini menjadi angin segar, mengingat keterpurukan UMKM sebelumnya juga disebabkan maraknya praktik judol yang menggerus daya beli masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal S. Shofwan juga menambahkan, penyelenggaraan EPIC Sale 2025 harus dikaitkan dengan konsumsi rumah tangga. Terlebih, EPIC Sale kini melibatkan pasar tradisional.
“Dulu APRINDO hanya fokus ritel modern. Tahun ini merangkul pedagang pasar rakyat, sehingga kontribusi riil diisiniasi APRINDO guna mendukung konsumsi domestik kita,” tutup Iqbal. (Joesvicar Iqbal)
