Edwin juga menambahkan, pemanfaatan crane sebagai tower darurat bersifat sementara. Seiring membaiknya kondisi tanah dan akses kerja di lokasi terdampak, pihaknya akan melanjutkan pembangunan tower transmisi permanen sesuai standar ketenagalistrikan guna memastikan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.
“Kami akan terus berupaya maksimal di lapangan hingga pemulihan kelistrikan Aceh benar-benar tuntas dan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat kembali andal,” tambah Edwin. (Yudha Krastawan)
