“UUPA tidak dijalankan. Soal bendera saja bisa berlarut dan makan korban. Itu murni kesalahan pusat,” katanya.
Pria yang akrab disapa Awi Juli itu juga mengecam pendekatan keamanan dalam penanganan bencana. Menurutnya, yang dibutuhkan rakyat adalah alat berat, bukan pasukan bersenjata.
“Saat bencana, seharusnya yang dikirim beko, bukan senjata. Mau bantu korban atau mau menunjukkan kekuasaan di Aceh?” ujarnya.
Ia menegaskan aparat seharusnya ditugaskan memburu perambah hutan dan penambang ilegal, bukan menghalangi rakyat yang menyuarakan aspirasi politiknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Presiden Prabowo Subianto. (tim)
