Optimisme tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 yang berada di level 53,45, serta Purchasing Managers Index (PMI) di angka 53,3, yang sama-sama berada di zona ekspansif.
Sebagai bagian dari industri agro, sektor pulp dan kertas memiliki kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. Sepanjang 2024, nilai ekspor industri pulp dan kertas Indonesia mencapai USD 8,09 miliar dengan volume 11,98 juta ton, sementara impor tercatat USD 3,42 miliar.
Hingga pertengahan 2025, terdapat 113 perusahaan pulp dan kertas dengan total kapasitas produksi 11,43 juta ton pulp dan 21,31 juta ton kertas. Sektor ini juga berkontribusi 3,68 persen terhadap PDB nonmigas.
Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-7 produsen pulp dunia dan peringkat ke-6 produsen kertas terbesar dunia, dengan kapasitas industri yang terus berkembang.
“Industri ini menyerap lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung,” ungkap Putu.
Meski mencatatkan kinerja positif, industri pulp dan kertas dihadapkan pada tantangan global untuk mempercepat transformasi menuju industri berkelanjutan. Sektor industri menyumbang sekitar 34 persen emisi nasional, dengan kontribusi industri pulp dan kertas mencapai 15,55 persen dari total emisi sektor industri.
