“Kita ingin hukum ditegakkan dengan baik dan benar melalui reformasi Polri ini,” tandasnya.
Meresposn aduan kasus di Polda Sulawesi Tengah itu, Ketua Tim Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie mengatakan pihaknya menerima banyak masukan untuk reformasi Polri. Termasuk kasus seperti di Polda Sulteng. Pihaknya akan menjadikannya sebagai bahan masukan untuk membenahi institusi Polri.
“Hari ini kita menerima banyak masukan dari banyak pihak, semua kita pelajari sebagai bahan untuk membenahi Polri,” kata Jimly.
Ketika ditanya lebih jauh kasus Polda Sulteng, Jimly enggan memaparkannya. Ia minta untuk membahas kasus tersebut dengan Polri.
“Itu tanyakan ke polisi (Propam dan Paminal),” katanya. (Yudha)
